Perjuangan panjang Koperasi Konsumen Niaga Kopranesia Sejahtera untuk membuka usaha di wilayah Blora akhirnya membuahkan hasil. Koperasi yang berdiri sejak Maret 2020 di dukuh Dukuhan, desa Doplang sudah menyelesaikan semua perizinan per 1 September 2020.

Koperasi Konsumen Niaga Kopranesia Sejahtera adalah persembahan komunitas perantau Blora untuk anggotanya yang terdampak oleh pandemic corona. “Koperasi ini lahir karena kita prihatin dengan adanya pandemic sehingga banyak perantau yang tidak bisa bekerja di kota perantauannya. Jadi kita dirikan koperasi untuk membuka lapangan kerja,” ujar Hadi Suharto, Ketua Kopra saat meninjau persiapan pembukaan Gerai Kopra Mart,  Rabu (8/9).

Gerai pertama Kopra Mart sudah siap 90%, di Klatak, Doplang. “Berikutnya nanti akan membuka di Randublatung dan Kunduran. Kita akan menggandeng anggota Kopra di seluruh wilayah Blora, kalau ada yang punya lahan kita akan sewa sistemnya kerjasama. Kita siap suplai barangnya, full support kerjasama dengan investor,” jelasnya.

Hadi menargetkan ada minimal 16 gerai di masing-masing kecamatan di Blora. Sehingga pembukaan gerai Kopra Mart dapat menyerap 100 tenaga kerja dari anggota Kopra yang tersebar di seluruh wilayah Blora.

Kopra Mart siap mensuplai kebutuhan bahan pokok.

“Permodalan berasal dari semua anggota Komunitas perantau Blora dan anggota masyarakat yang tergabung dalam koperasi.  Jadi nanti ada penyertaan modal iuran anggota dan dari investor. Anggota Koperasi Kopra ini iuran tetapnya Rp 50.000 iuran bulannya Rp 15.000. Anggota bisa belanja lebih murah dari harga pasaran, karena koperasi tidak dipungut pajak 10%, nanti ada SHU setiap tahunnya,” papar Hadi.

Ketua Kopra, Hadi Suharto mengecek persiapan stok barang untuk Toko Kopra Mart.

Koperasi Kopramart akan bergerak di penyediaan barang kebutuhan sehari-hari seperti Indomaret dan Alfamart, dengan konsep ecer dan grosir. Kebutuhan konsumable, sembako, buah, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Insyaallah kita akan buka setelah bulan suro tanggal 1 Oktober 2020. Gerai pertama sudah siap 90%, di Klatak, Doplang. Berikutnya nanti akan membuka di Randublatung dan Kunduran. Saat ini kita persiapan penyediaan barang-barang di toko pertama yang siap dibuka bulan depan. Selain itu kita juga bersiap suplai ke warung penyedia sembako untuk bantuan BNPB untuk bantuan daerah dan propinsi,” kata Hadi.

Izin Koperasi Kopranesia

Belajar dari pembukaan gerai pertama, Hadi berharap Pemerintah Kabupaten Blora dapat memberikan perhatian lebih untuk memperlancar jalannya perizinan. “Pembukaan gerai pertama semoga bisa menjadi tonggak untuk toko berikutnya. Terus terang untuk saat ini dukungan pemerintah masih standart, izin dan IMB, nomer induk usaha masih butuh lebih dari 2 bulan untuk mengurusnya. Semoga bupati yang baru bisa memberi keleluasaan dan menyambut investoir yang akan menanamkan modal di Blora supaya ekonomi Blora bisa bergerak. Lapangan kerja bertambah itu yang penting,” tegasnya.


1 Comment

Didik · September 9, 2020 at 11:58 am

Semoga makin jaya . Apapun yg menjadi cita2 di lancarkan .. Semakin mengguncang dunia… Terimakasih buat pak hadi suharto sebagai ketua, seluruh jajaran dan semua anggota

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *