Pembangunan wisata geologi Kesongo belum sepenuhnya direncanakan oleh Pemkab Blora. Dikutip dari Liputan6.com, Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Slamet Pamudji mengatakan, yang membuatnya berpikir-pikir karena Kesongo bukan aset milik Pemkab Blora.

Tentunya Pemkab Blora harus memiliki perjanjian kerja sama dengan perhutani. Kemudian masyarakat desa sekitar Kesongo mendukung apabila memang akan dikembangkan. “Tapi tetap kita lihat dulu perkembangannya seperti apa setelah viral ini,” katanya.

Hadi sebagai putra daerah menyayangkan sikap setengah hati Pemkab Blora dalam pengembangan wisata geologi Kesongo. Karena pengembangan wisata sebenarnya tidak harus langsung ke obyek wisatanya.

“Kita bisa manfaatkan Kesongo sebagai magnet wisata. Kemudian kita bangun infrastuktur pendukung seperti tempat parkir. Bisa juga ditambahkan penyewaan sepeda, tempat bermain anak. Jadi tidak perlu mengolah Kesongo langsung, biarkan tetap alami. Ini membuka potensi pendapatan daerah sebenarnya,” kata Hadi.

Adanya pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber ekonomi kreatif diharapkan bisa menyerap banyak tenaga kerja. “Jadi nggak harus jadi perantau untuk sukses sebenarnya. Kita bisa bangun desa untuk kesejahteraan desa,” pungkasnya.

Terbukanya lapangan pekerjaan membuat pemuda daerah optimistis tetap tinggal di desa dan membangun desa. “Kita ambil contoh bagaimana desa Pengkoljagong sekarang menjadi perhatian masyarakat karena susksesnya Pengkoljagong Mural Festival 2020. Saya saksi keberhasilan tersebut. Dan Lurah Sugiyono sudah mempersiapkan road map menuju desa wisata dengan memanfaatkan kekayaan alamnya,” kata pria yang juga biasa dipanggil Nggopati Klatak ini.

Hadi berharap Kesongo mendapat perhatian serius. “Faktanya, karena viral letusan kemarin ada ribuan orang yang datang untuk melongok Kesongo. Ini kan potensi, jangan sampai dibiarkan begitu saja,” harapnya.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *