Event kreatif Pengkoljagong Mural Festival resmi berakhir 29 Agustus 2020. Penilaian dewan juri akan berlangsung pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 dan pengumuman pemenangnya akan berlangsung sehari setelahnya. Kades Pengkoljagong Sugiyono mengaku sangat terharu karena festival mural yang pertama diadakannya ini melebihi ekspektasi.

“Kami tak menyangka akan seramai ini. Karena persiapannya hanya dua minggu. Sebenarnya kami menggodok konsepnya sudah empat bulan. Maju mundur karena ada pandemi corona. Awal pembukaan nggak menyangka banyak yang datang. Dan hasilnya, benar-benar di atas harapan kami,” ujar Sugiyono.

Festival Mural ini akan menjadi langkah awal dalam site plan Desa Wisata Pengkoljagong. “Pengkoljagong ini punya banyak potensi wisata diantaranya, sumur artesis dengan nyala api, Sendang Plumpit, Kedungdowo, dan sejumlah lokasi lain. Kami ingin membangun ekonomi kreatif. Kesuksesan festival mural ini memberi semangat serta keyakinan untuk kami,” jelas Lurah yang berusai 34 tahun ini.

Setelah mural, rencana untuk membangun tujuan wisata terinstregasi akan dilanjutkan.”Ini tonggak awal kita menuju Pengkoljagong sebagai desa wisata. Meski masih harus menjalani berbagai tahapan lagi, kita optimis Mural Festival 2020 ini menjadi batu pijak menuju pencapaian kita selanjutnya,” ucapnya.

Ketika didesak lebih lanjut seperti apakah rencananya, Sugiyono masih enggan menjelaskan. “Jadi kita belum bisa bicara banyak, tetapi sudah ada site plan untuk desa wisata. Belum bisa kami sampaiakan secara rinci, biar jadi kejutan,” katanya.

Salah satu karya dalam Pengkoljagong Mural Festival. (Foto: Puput)

Nantinya, desa wisata ini daharapkan dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi pemuda Pengkoljagong. Sugiyono menyadari bahwa banyak pemuda yang keluar kota untuk bekerja kan mencari jalan pintas kesuksesan.

“Saya yakin kok desa kalau dikelola itu memberikan potensi desa. Memang tidak bisa secara instan. Kita bisa membangun desa tapi secara step by step. Di sini sudah ada pabrik sandal yang menarik investor. Biar teman-teman pemuda dan pencari kerja tidak keluar daerah. Konsepnya untuk kesejahteraan warga,” harapnya.

Karena itulah untuk pelaksaan Pengkojagong Mural Festival 2020, Sugiyono menggandeng pemuda Karang Taruna dan Pemdes. “Kita sengaja libatkan pemuda Karang Taruna dan Pemdes untuk mepersiapkan konsep dan juga menjadi pelaku persiapan desa wisata,” pungkas Lurah Sugiyono.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *