KOPRA NEWS – Pada selasa kemarin 26/08/2020 pengurus Koperasi Kopranesia Bapak Hadi S bersama tim melakukan silaturahmi ke Tetua Samin Klopo Duwur Mbah Lasio.

Sebagai warga blora malu rasanya kalau kita tidak melakukan silaturahmi ke Warga Samin, malu bukan hanya sekedar malu tetapi banyak hal yang harus kita pelajari Tentang Kearifan Lokal yang di pegang teguh oleh Sedulur Sikep begitu orang sekitar menyebut warga Samin.

Suku Samin kali pertama ada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora. Dari sana, mereka berkembang hingga ke Kecamatan Randublatung, lalu menjalar lebih luas hingga Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Pengikut ajaran Samin memiliki nilai-nilainya sendiri, di antaranya nggak sekolah, nggak memakai peci, nggak boleh poligami, dan nggak berdagang karena dalam perdagangan ada unsur kebohongan ( ini tantangan buat koperasi Kopranesia, begitu agungnya sebuah ke jujuran dalam berdagang) karna Koperasi yang dikelola dengan baik akan menimbulkan efek secara ekonomi ke anggota dengan berlandasan kekeluargaan

Mereka juga memiliki pokok-pokok ajaran. Ajaran itu antara lain, Samin nggak membeda-bedakan agama. Mereka nggak pernah mengingkari atau membenci agama, karena yang penting bagi mereka adalah tabiat.

Pendopo Sedulur Sikep Klopo Duwur

Pengikut Samin juga dilarang mengganggu orang, bertengkar, iri, dan mencuri. Mereka diajari untuk bersikap sabar, jujur, saling menghormati, dan nggak boleh sombong.

Selama hidup, seorang Samin harus memami kehidupannya. Sebab, manusia memiliki satu roh yang bersifat abadi selamanya, dan nggak akan hilang meski orang tersebut telah meninggal. Makna meninggal bagi Suku Samin seperti halnya menanggalkan pakaian.

Semoga kunjungan Silaturahmi ini bukan hanya sebuah wacana simbolis saja tetapi juga akan memberikan efek secara ekonomi ke warga samin nanti, ketika nanti Koperasi Niaga Kopranesia Sejahtera berjalan.

Wassalam

Redaksi Koperasi Kopranesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *