JS NEWS – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masdukimenyayangkan fakta bahwa masih banyak koperasi di Indonesia yang belum bergerak di sektor riil. Dari jenis usaha yang dijalankan koperasi Indonesia, koperasi simpan pinjam (KSP) masih menjadi usaha dominan, makanya angka unit usaha simpan pinjam sebesar 59,9%.

“Di sini berarti sektor riil belum menjadi pilihan. Padahal sektor ini sangat penting ke depannya,” ujar Teten dalam webinar bertema “Masihkah Koperasi Menjadi Andalan?” yang diselenggarakan oleh Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) dan Inke Maris & Associates di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Untuk itu, pihak KemenKop UKM ingin mendorong koperasi untuk bergerak di sektor riil (produksi). Terutama sektor rill yang menjadi keungulan domestik.

“Koperasi harus bisa memperkuat sektor produktif dan unggulan, banyak potensi di sektor pertanian, kelautan, bahkan komoditas,” lanjut Teten.

Dalam sektor kelautan, Indonesia bisa dikatakan 100% bahan bakunya lengkap. Di sektor komoditas, Indonesia juga tidak kalah dengan potensi besar dalam komoditas kelapa sawit, kakao, dan kopi.

“Untuk itu, kami ingin koperasi masuk ke sektor-sektor itu. Sehingga, koperasi juga menjadi perpanjangan rantai produksi dari para petani, nelayan, atau peternak, hingga pengrajin untuk terhubung ke market yang lebih besar,” pungkas Teten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *